Bismillah

Bismillah.gif
Selamat Datang, Terimakasih, Assalamu Ala Man Ittaba' al-Huda أهلا وسهلا و شكرا والسلام على من اتبع الهدى

Tidak Semua Follower dapat dikesan, sila tolong catitkan link anda pada ulasan atau di Shout Box

Politik Malaysia Di Dalam Al-Qur'an

free logo - http://www.sparklee.com find a doctor in yonkers

RAMALAN AL-QUR'AN

Telinga Kenderaan Dajjal 30 - 40 Hasta

Telinga Kenderaan Dajjal 30 -40 Hasta

satellite

Semoga Bermanfaat
Wassalam

Monday, April 13, 2009

Ihsan Dalam Berwudhu




IHSAN SEMASA BERWUDHU

Lakukan semua yang sunat, basuh seluruh kepala, jangan hanya 3 helai anak rambut sahaja. Gosok seluruh anggota whudu, jangan dicurahkan air sahaja.


JANGAN MEMBAZIR AIR.

Jangan Membazir air semasa berwudhu. Membazir adalah haram hukumnya. Adakah kita mahu melakukan perkara yang haram semasa kita hendak berwudhu dan bersembahyang?

Adakah solat kita nanti akan diterima jika kita membazir air? Kalau diterimapun mungkin nilainya amat sedikit, jika dibandingkan dengan kalau kita menggunakan air dengan cermat.

Untuk cermat dan berjimat dalam berwudhu maka ikutilah contoh Rasulullah saw semasa berwudhu, Sebaiknya hendaklah menggunakan gayung, atau botol kecil atau apa sahaja bekas kecil untuk menampung air yang bersih.



Jumlah air wudhu cukup dengan menggunakan satu cupak sahaja



BACA BASMALAH SEBELUM BERWUDHU.

(Lihat Sabda Nabi saw sebelum ini (tiada wudhu tanpa basmalah))



JIKA TERPAKSA MENGGUNAKAN AIR PAIP KERANA KETIADAAN BEKAS YANG BERSIH

Kalau tidak ada bekas untuk mengisi air, maka hendaklah beringat agar jangan membuka paip air dengan kuat. Kerana adalah haram hukumnya membazir air. Janganlah cemarkan wudhu tuan dengan perbuatan yang haram. Kerana tujuan tuan berwudhu ialah untuk membersihkan diri. (Firman Allah swt. Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara syaitan)



PERLAHAN-LAHAN MEMBUKA KEPALA PAIP

Oleh itu buka kepala paip perlahan-lahan dan Tutup air paip terus semasa membasuh semua anggota wudhu.



TANGAN KIRI UNTUK HEMBUSAN HIDUNG DAN KAKI

Gunakan tangan kiri sahaja untuk menghembus air dari hidung dan untuk membasuh kaki.



CARA TERBAIK BERWUDHU DENGAN AIR PAIP

1. Baca Basmalah.

2. Banyakkan Istighfar dalam hati untuk menghilangkan was-was semasa berwudhu. Kerana Syaitan amat takut orang yang beristighfar.

3. Buka kepala paip dengan perlahan dengan tangan kiri, kemudian tadah dengan tangan kanan. tangan kiri kemudiannya menutup kepala paip dan tangan kanan terus meratakan air diseluruh kedua-dua pergelangan tangan, tapak tangan, jari-jari dan belakang tangan.

Kemudian buka lagi kepala paip perlahan-lahan dan ulang. proses tadi untuk kali kedua dan ketiga.

4. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kiri, dan tadah dengan tangan kanan dan terus tangan kiri menutup paip, sementara tangan kanan terus menyapu keseluruhan muka. Ulangi tiga kali.

5. Dalam Mazhab Syafie, niat hendaklah dibaca semasa air dibasuh kemuka pada sapuan pertama.

6. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kanan, dan tadah dengan tangan kiri dan terus tangan kanan menutup paip, sementara tangan kiri terus menyapu tangan kanan hingga ke siku. Ulangi tiga kali.

7. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kiri, dan tadah dengan tangan kanan dan terus tangan kiri menutup paip, sementara tangan kanan terus menyapu tangan kanan hingga ke siku. Ulangi tiga kali.
.
8. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kiri, dan tadah dengan tangan kanan dan terus tangan kiri menutup paip, sementara tangan kanan terus menyapu keseluruhan kepala. Ulangi tiga kali.

9. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kanan, dan tadah dengan tangan kiri dan terus tangan kanan menutup paip, sementara tangan kiri terus menyapu tangan kanan hingga ke siku. Ulangi tiga kali.

10. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kiri, dan tadah dengan tangan kanan dan terus tangan kiri menutup paip, sementara tangan kanan terus menyapu keseluruhan kepala. Ulangi tiga kali.

11. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dan basahkan kedua hujung jari tangan kanan dan kiri dan terus menutup paip, kemudian kedua-dua jari kanan dan kiri terus menyapu keseluruhan kedua-dua telinga. Ulangi tiga kali.


12. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kanan, dan tadah dengan tangan kiri dan terus tangan kanan menutup paip, sementara tangan kiri terus menyapu kaki kanan hingga ke buku lali. Ulangi tiga kali.

13. Kemudian buka lagi paip perlahan-lahan dengan tangan kanan, dan tadah dengan tangan kiri dan terus tangan kanan menutup paip, sementara tangan kiri terus menyapu kaki kiri hingga ke buku lali. Ulangi tiga kali.

Kemudian barulah Doa wudhu.


KEISTIMEWAAN WUDHU
mandacutie.wordpress.com/.../27/tentang-wudhu/

Tersebutlah seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf. Ia terkenal wara’, tangguh dalam ibadah dan sangat khusyuk shalatnya. Namun dia selalu khawatir kalau ibadahnya tidak diterima Allah.


Suatu hari Isam menghadiri pengajian seorang sufi terkenal bernama Hatim Al Asham. Isam bertanya, Wahai Aba Abdurrahman (panggilan Hatim), bagaimanakah cara Anda shalat?


Apabila masuk waktu shalat, saya berwudhu secara lahir dan batin,”Jawab Hatim. Bagaimana wudhu batin itu? tanya Isam kembali.


Wudhu lahir adalah membasuh semua anggota wudhu dengan air. Sedangkan wudhu batin adalah membasuh anggota badan dengan tujuh perkara..
Yaitu, dengan taubat, menyesali dosa, membersihkan diri dari cinta dunia, tidak mencari dan mengharapkan pujian dari manusia, meninggalkan sifat bermegah-megahan, menjauhi khianat dan menipu, serta meninggalkandengki, papar Hatim.


Ia melanjutkan, Setelah itu aku pergi ke masjid, kuhadapkan muka dan hatiku ke arah kiblat. Aku berdiri dengan penuh rasa malu. Aku bayangkan Allah ada di hadapanku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelahkiriku, malaikat maut berada dibelakangku. Aku bayangkan pula seolah-olah aku berdiri di atas titian Shirathal Mustaqiim dan aku menganggap shalatku ini adalah shalat terakhir bagiku. Kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. Setiap bacaan dan doa dalam shalat berusaha aku pahami maknanya.
Aku pun rukuk dan sujud dengan mengecilkan diri sekecil-kecilnya di hadapan Allah. Aku bertasyahud( tahiyyat) dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Seperti itulah shalat yang aku lakukan dalam 30 tahun terakhir.


Mendengar paparan tersebut, Isam bin Yusuf tertunduk lesu dan menangis tersedu-sedu membayangkan ibadahnya yang tak seberapa bila dibandingkan Hatim Al Asham.


Wudhu Dan Penghapusan Dosa
Jangan rendahkan martabat wudhu. Inilah pesan tersirat yang disampaikan Hatim Al Asham. Mengapa? Shalat dan wudhu adalah satu kesatuan, bagaikan dua sisi mata uang. Tidak akan berkualiti shalat seseorang bila wudhunya tidak berkualiti. Pun tidak akan diterima shalat bila tidak diawali wudhu. Melalaikan wudhu sama artinya dengan melalaikan shalat. Wudhu adalah prosesi ibadah yang dipersiapkan untuk mensucikan diri agar mampu melakukan komunikasi Dzat Yang Mahasuci.


Karena itu, menyempurnakan wudhu adalah sebuah keutamaan sekaligus kewajipan.


Saat seseorang berwudhu kemudian membaguskan wudhunya dan mengerjakan shalat dua rakaat, di mana ia tidak berbicara dengan dirinya dalam berwudhu dan shalatnya tentang hal duniawi, niscaya keluarlah ia dari segala dosanya, seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya. Demikian sabda Rasulullah SAW dari Utsman bin Affan (HR Bukhari Muslim).


Kata “membaguskan wudhu” dalam hadis ini jangan sekadar difahami membasuh anggota-anggota badan tertentu secara merata. Namun ada yang lebih penting, yaitu membasuh, membersihkan dan mensucikan organ-organ batin dari keburukan dan dosa sambil terus berzikir kepada Allah. Inilah yang dikatakan wudhu batiniah. Wudhu yang akan membuat shalat kita adaruh-nya.


Tampaknya hadis ini memiliki hubungan kuat dengan hadis yang disampaikan Utsman bin Affan.


Rasulullah SAW bersabda, Bila seorang Muslim berwudhu, ketika membasuh muka, maka keluar dari wajahnya dosa-dosa yang pernah dilakukan matanya bersama tetesan air yang terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya, maka keluarlah setiap dosa yang pernah dilakukan tangannya bersama tetesan air yang terakhir. Ketika membasuh kakinya, maka keluarlah dosa yang dijalani oleh kakinya bersama tetesan air yang terakhir, sampai ia bersih dari semua dosa. (HR Muslim).


Pengampunan dosa ini akan sulit terwujud dalam wudhu, andai hati lalai dari mengingat Allah. Rasulullah SAW menegaskan, Barangsiapa mengingat Allah ketika wudhu, niscaya Allah sucikan tubuhnya secara keseluruhan. Dan barangsiapa tidak mengingat Allah, niscaya tidak disucikan oleh Allah dari tubuhnya selain yang terkena air saja. (HR Abdul Razaq Filjam Ishaghir).


Sebenarnya, kata kunci untuk mensinkronkan wudhu lahir dan wudhu batin adalah kesadaran atau niat yang tulus. Kita sadar apa yang sedang kita lakukan. Sadar bahwa wudhu adalah prosesi pembersihan diri. Sadar bahwa wudhu adalah sarana untuk taqarrub ilallah. Sadar bahwa setiap basuhan air wudhu akan menggugurkan dosa-dosa. Intinya kita sadar akan hakikat dan keutamaan wudhu serta memahami tatacaranya seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.


Adanya kesadaran akan melahirkan ketersambungan hati dengan Allah SWT. Saat berkumur-kumur misalnya, sadari dan niatkan bahwa air yang masuk ke mulut bukan sekadar membersihkan kotoran lahir, tapi juga dosa-dosa yang pernah terucap lewat lisan. Demikian pula saat mencuci telapak tangan, membersihkan lubang hidung, membasuh muka, membasuh tangan sampai siku, dsb. Niatkan sebagai sarana pembersihan dosa yang ada pada bagian-bagian tubuh tersebut.


Wudhu Sebelum Tidur


Wudhu, sebetulnya tidak terbatas hanya ketika hendak solat. Setiap saat memiliki wudhu adalah sebuah keutamaan. Sebab dengan selalu menjaga wudhu, seseorang akan lebih terjaga perilaku serta kesehatan fisik dan jiwanya. Salah satunya menjelang tidur.


Dari Al Bara’ bin ‘Azid, Rasulullah SAW bersabda, Kapan pun engkau hendak tidur berwudhulah terlebih dahulu sebagaimana engkau hendak mengerjakan solat, berbaringlah dengan menghadap ke arah kanan dan berdoalah (HR Bukhari).


Hikmahnya, mengawali tidur dengan wudhu dan berzikir akan membuat tidur kita bernilai ibadah dan dicatat sebagai aktivitas dzikir.


Seorang ahli kesehatan mengungkapkan, bila sebelum tidur kita berwudhu dan meminum sepertiga gelas air putih, maka akan terjadi proses grounding dan netralisasi muatan negatif dalam tubuh. Hasilnya kita akan tidur tenang dalam pelukan cinta dan rahmat Allah. Bila kita berzikir dan memuji Allah sebelum tidur, maka memori kita yang terdalam akan merekam dengan baik ikrar cinta kita kepada Allah SWT.


Wudhu menjelang tidur, akan mendekatkan seseorang kepada surga. Rasul pernah memvonis seseorang sebagai ahli surga. Para sahabat penasaran.. Apa gerangan yang membuat orang tersebut dimuliakan sedemikian rupa. Setelah diselidiki, ternyata sebelum tidur ia selalu berwudhu. Ia bersihkan anggota badannya dari najis. Dan sebelum mata terpejam, ia bersihkan hatinya dari iri, dengki, dendam, serta kebencian. Ia lupakan pula keburukan orang lain kepadanya, sehingga hatinya benar-benar lapang.


Demikianlah, bagi seorang Mukmin, wudhu adalah pembersih di dunia dan perhiasan indah pada Hari Kiamat (HR Muslim).


Wallaahu a’lam.***

0 comments:

Post a Comment

20 Ulasan Terbaru Pembaca

Islamic TV

TubeIslam - ShareIslam Video Site

Surah Al-Kahfi

Rahsia-Rahsia Besar Dalam Al-Qur'an, المعجزات الكبيرات فى القرآن

Blog-Blog Hebat